Published 19-04-2025
Keywords
- Polusi Udara,
- PM2.5,
- ISPA,
- Kesehatan Masyarakat,
- Kawasan Perkotaan
How to Cite
Copyright (c) 2025 Findi Septiani, Asni Al Amini, Juanda Arif Darmawan Damanik, Glensius Rayhane Pasaribu, Farel Al Azmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract
Polusi lingkungan merupakan permasalahan yang semakin meningkat di kawasan perkotaan akibat pertumbuhan populasi, industrialisasi, dan aktivitas kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak polusi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber terpercaya serta data empiris mengenai penyakit yang berkaitan dengan polusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polusi udara, air, dan tanah memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kasus penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan strategi mitigasi yang efektif guna mengurangi dampak buruk polusi terhadap kesehatan masyarakat. Polusi udara merupakan salah satu permasalahan utama di kawasan perkotaan di Indonesia yang berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat polusi udara (PM2.5) dan jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di beberapa kota besar di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana berdasarkan data polusi udara dan jumlah kasus ISPA di lima kota besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara tingkat PM2.5 dan jumlah kasus ISPA dengan nilai koefisien korelasi r = 0.996 dan R² = 0.991, yang berarti 99.1% variasi jumlah kasus ISPA dapat dijelaskan oleh kadar PM2.5. Selain itu, nilai p = 0.00035 menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar polusi udara, semakin tinggi pula jumlah kasus ISPA. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih ketat dalam pengendalian emisi kendaraan, peningkatan penghijauan kota, serta edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi dampak polusi udara terhadap kesehatan.