Cendekia: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol. 1 No. 2 (2024): September-Desember 2024
Articles

Analisis Gaya Bahasa Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Pelantikan Presiden

Nasywa Khairunnisa Syawiri
Program Studi Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
Banyu Biru Unggul Alththabaran
Program Studi Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
Jihan Saputri
Program Studi Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
Fitri Oktaviani
Program Studi Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
Akram Hakim
Program Studi Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Published 15-12-2024

Keywords

  • Gaya bahasa,
  • Pidato,
  • Prabowo,
  • Paralelisme

How to Cite

Syawiri, N. K., Alththabaran, B. B. U., Saputri, J., Oktaviani, F., & Hakim, A. (2024). Analisis Gaya Bahasa Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Pelantikan Presiden. Cendekia: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 43–53. Retrieved from https://cendekia.co/index.php/cendekia/article/view/17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dalam pidato pelantikan Presiden Prabowo Subianto dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan terhadap transkrip pidato dan rekaman video untuk mengidentifikasi berbagai jenis gaya bahasa yang digunakan. Penelitian ini mengungkapkan adanya 12 jenis gaya bahasa, yaitu personifikasi, metafora, antitesis, hiperbola, litotes, paradoks, klimaks, alusio, paralelisme, aliterasi, asonansi, dan repetisi. Dari 54 data gaya bahasa yang ditemukan, paralelisme menjadi yang paling dominan dengan 8 data, diikuti oleh repetisi dan metafora dengan masing-masing 7 data. Hasil ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo cenderung menggunakan gaya bahasa berbasis pengulangan untuk memperkuat pesan dan menciptakan efek emosional yang kuat. Penelitian ini juga mengacu pada teori Jakobson tentang paralelisme, yang menekankan pentingnya pola berulang dalam teks untuk membangun ritme dan memperjelas pesan. Kesimpulannya, pemilihan gaya bahasa dalam pidato ini tidak hanya mempertegas pesan tetapi juga membangun hubungan emosional dengan audiens, sehingga mampu menciptakan kesan mendalam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Anjani, S., Sugiarti, D. H., & Suprihatin, D. (2024, June 6). Analisis Gaya Bahasa Cerpen dalam Portal Berita Online Jawa Pos Edisi Februari 2023. Zenodo. https://zenodo.org/doi/10.5281/zenodo.11502938
  2. Hardianto, M., Widayati, W., & Sucipto. (2017). View of Diksi Dan Gaya Bahasa pada Naskah Pidato Presiden Soekarno. Ejournal Universitas Dr. Utomo, 4(2).
  3. Ilham, I., & Akhiruddin, A. (2022). Analisis Gaya Bahasa Retoris dan Gaya Bahasa Kiasan dalam Pidato Nadiem Makariem. Gurindam: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 2(1), 53–63. https://doi.org/10.24014/gjbs.v2i1.16556
  4. Kadir, I. S. (2022). Analisis Bahasa pada Novel Jadikan Aku Malaikat Kecil-Mu Tuhan Karya Edelweis Almira. Repository Universitas Islam Riau.
  5. Khoirina, M. (2021). GAYA BAHASA MAJALAH NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA EDISI JULI-DESEMBER 2018. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 5(1), 1–15. https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i1.3027
  6. Kubíček, T., & Lass, A. (2014). Roman O. Jakobson: A work in progress.
  7. Ningsih, A. G., Nurfadilah, N., Rahmawati, R., & Siregar, M. (2022). INTERFERENSI BAHASA SUNDA DALAM BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA 11 S.D. 16 TAHUN. Jurnal Lintang Aksara, 1(2), 28–40.
  8. Widyaningsih, M., Setiawan, H., & Meliasanti, F. (2021). Analisis Gaya Bahasa Pidato Bupati Karawang dalam Topik Imbauan serta Rekomendasinya sebagai Materi Pembelajaran Teks Pidato Di MTs. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 3(5), 3090–3104. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i5.1208